Waa waa believe it or not kita dapet penghargaan bebs! Jadi peserta terbaik dengan badge excellent! Ya Allaah padahal isi postingannya curhatan tok ya beb. Mudah-mudahan ke depannya bisa post sesuatu yang lebih daging lah beb. Maluk sama badge (lhah) malu sama Nabil maksudnya. Jadi selama beberapa hari kemarin saya membersamai Nabil belajar matematika. Lumayan seru seandainya saya mempersiapkan challenge dengan lebih baik. Berasa banget kurang eksplore dan apa adanya, atau malah bahkan mengada-ada. Mencoba mengaitkan apa-apa dengan matematika. Heu jangan-jangan sebenernya ngga ada kaitannya :( Kalau menurut saya challenge kemarin menantang banget yaa. Dan bukan challenge yang langsung berhenti setelah games berakhir, melainkan seumur saya membersamai Nabil dan adik-adiknya kelak. Bagaimana saya melihat sekitar, lalu mencaei relasinya dengan matematika. Mencoba menarik pola atau menanamkan logika dari kegiatan sehari-hari. Mudah-mudahan nanti bisa terus eksplore, apalagi kalau Na...
Kulwapp tentang "Depresi" Narasumber: dr. Ismi Prasastawati (sebagaimana dibagikan di WAG ngASIYuk pada Rabu, 16 Oktober 2019) RESUME ✅Setiap 4 detik, ada 1 orang di dunia yang bunuh diri. 60% persen kasus bunuh diri di Indonesia dikarenakan depresi. ✅Apakah kesedihan karena sesuatu langsung bisa dikatakan depresi? Ternyata tidak. Pendeteksian depresi bisa di lakukan sejak dini oleh orang orang terdekat atau bahkan diri kita sendiri. ✅ Depresi ditegakkan dengan beberapa kriteria diagnosa. Depresi adalah kondisi suasana perasaan sedih dan murung yang berlangsung lebih dari 2 minggu dengan gejala penyerta dan gangguan fungsi peran sehari-hari. Jadi, tidak semua reaksi sedih normal bisa dikatakan depresi. ✅Depresi merupakan gangguan yang bisa membaik dengan sendirinya, namun ada juga yang berlarut menjadi depresi berat atau gangguan jiwa berat bahkan sampai dengan bunuh diri. ✅Hanya 9% orang dengan depresi yang menjalani pengobatan. Banyak depresi yang tidak terdet...
Setelah membaca sebuah buku tentang pengaturan finansial, saya sedikit tertarik melakukan manajemen keuangan. Sebetulnya sudah agak lama saya mengunduh aplikasi pencatatan keuangan, budgeting pun sudah pernah dilakukan di awal tahun, target tahunan juga sudah diset, tapi kok ya semua bablas saja tidak pernah terpakai sebagaimana mestinya. Maka ketika ada teman membagikan informasi Kelas Finansial pengelolaan keuangan keluarga, saya tertarik untuk mengikutinya. Membaca testimoni-testimoni peserta membuat saya penasaran. Apalagi biaya kelas hanya Rp25.000 saja untuk waktu belajar kurang lebih 2 minggu, sudah tentu membuat saya semakin semangat daftar. Nothing to lose. 25 ribu saja. Dengan nominal itu sebetulnya saya ngga berharap banyak. Tapi sewaktu saya mengikuti materi pertama, BOOM. Materinya disusun dengan sangat runtut dan relatable banget! Bener-bener ditulis dari sudut pandang sesama ibu. Selain tentang materi yang menurutku so far super good dan daging banget, di grup...
Comments
Post a Comment